Durasi, Lhokseumawe – Sekolah Rakyat senilai Rp250 miliyar dibangun di Kota Lhokseumawe, Senin (12/1). Pembangunan proyek itu ditandai dengan dilaksanakannya kegiatan peletakan batu pertama bertempat dikawasan perbukitan Gampong Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat setempat.
Prosesi ground breaking dilakukan langsung oleh Walikota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH. Acara itu dihadiri juga Wakil Walikota Husaini, SE, Kapolres Lhokseumawe, Ahzan, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Sosial, Musliyadi, Kadis PUPR, Sayed Bachtiar, perwakilan Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Aceh Kementerian PUPR, Iqbal, Manager Proyek PT Wijaya Karya (WIKA) KSO, Imam Rahman, Tim Leader Konsultan, serta unsur teknis lainnya.
Dalam sambutannya Sayuti mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pembangunan ini diproyeksikan akan selesai bertepatan dengan penerimaan Siswa-siswi tahun ajaran baru 2026/2027 atau tepatnya pada bulan Juni mendatang.
” Kita berharap pembangunan ini dapat diselesaikan tepat waktu. Insyaallah Juni rampung dan Juli sudah mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ucapnya.
Ia menuturkan, masyarakat tidak perlu meragukan kualitas SR ini dikarenakan seluruh pembiayaannya bersumber dari Pemerintah Pusat. Sekolah tersebut dirancang sebagai satuan pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA dengan total 36 rombongan belajar (rombel) dan berkapasitas 1.080 orang.
Rinciannya, jenjang SD sebanyak 18 rombel (540 siswa), sedangkan SMP dan SMA masing-masing 9 rombel atau 270 siswa. Setiap rombel direncanakan berkapasitas maksimal 30 siswa, guna menjamin kualitas proses belajar dan mengajar disekolah.
” Yakinlah Sekolah Rakyat ini adalah sekolah bermutu dan Satu-satunya yang paling lengkap fasilitasnya ketimbang dijenjang pendidikan lain di Lhokseumawe. Seluruh penyelenggaraannya ditanggung APBN, jadi sudah pasti memiliki standar fasilitas, tenaga pendidik, dan sistem pendidikan yang terjamin,” papar Walikota.
Diminta, serangkaian pelaksanaan pembangunan dimaksud melibatkan pengusaha dan tenaga kerja lokal. Hal ini sangat penting demi meningkatkan perekonomian masyarakat lingkungan.
Plh Kepala Dinas Sosial Lhokseumawe, Musliyadi menjelaskan, Sekolah Rakyat itu memiliki luas sekitar 8 Hektare areal. Dengan dilengkapi beragam fasilitas pendidikan, olahraga dan sarana/prasarana lainnya.
” Sebelumnya Kita sudah resmikan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 33 Lhokseumawe sebagai rintisan awal pada 8 Oktober 2025 lalu. Dan, sekarang giliran gedung dan fasilitas pendidikan lainnya yang dibangun disini, ” jelasnya.
Dimana, sebelumnya SRMP 33 itu menampung 75 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel), masing-masing berjumlah 25 siswa. Sekolah Rakyat menerapkan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran kontekstual dan fleksibel yang menekankan pengembangan karakter, kreativitas, serta keterampilan hidup, ” imbuh Musliyadi.
