BANDA ACEH — Pada masa kejayaannya, armada laut Kesultanan Aceh Darussalam sangat disegani di sepanjang perairan Nusantara. Di bawah kepemimpinan Laksamana Malahayati, perairan Aceh menjadi benteng ketahanan yang tangguh dan tak goyah oleh ancaman asing.
Kini, di tengah kebanggaan akan sejarah emas tersebut, muncul sebuah harapan sekaligus tantangan mendasar: kapan Aceh kembali melahirkan seorang Laksamana putra daerah di jajaran Komando TNI Angkatan Laut?
Pesan mendalam tersebut disampaikan oleh Sekretaris Umum DPD IKAL Lemhannas Aceh, Dr. Yusri Kasim, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut.
Yusri menjelaskan bahwa Aceh berada di posisi yang sangat strategis, yakni di pintu masuk Selat Malaka yang padat serta berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Sejak ratusan tahun lalu, laut bukan hanya sumber penghidupan, melainkan juga simbol kekuatan dan kehormatan masyarakat Aceh.
“Laut bukan sekadar garis batas di atas peta, melainkan identitas kita. Jejak sejarah Laksamana Malahayati mengajarkan bahwa kita lahir dari bangsa yang tak pernah gentar menghadapi ombak maupun kekuatan asing.
Semangat juang ini tidak boleh berhenti hanya sebagai catatan di buku sejarah,” tegas Yusri Kasim.
Doktrin dan moto TNI Angkatan Laut, “Jalesveva Jayamahe”—di laut kita berjaya—menjadi cermin sekaligus dorongan bagi generasi muda Aceh.

Menurut Yusri, Aceh memiliki seluruh modal utama, mulai dari posisi geostrategis, budaya bahari yang kuat, hingga semangat pantang menyerah. Hal yang dibutuhkan saat ini adalah tekad anak muda untuk melangkah, mengabdi, dan mengukir prestasi di matra laut.
“Kita tidak boleh hanya menengok ke belakang. Sejarah Malahayati bukan sekadar untuk dibanggakan, melainkan untuk diteladani. Kini saatnya putra-putri Aceh berdiri di geladak kapal perang, menjaga kedaulatan NKRI, dan membuktikan bahwa darah pelaut tangguh masih mengalir deras di tanah ini,” ujar Yusri di Banda Aceh, pada Jumat (11/9/2026).
Secara khusus, dalam momentum HUT ke-81 TNI AL ini, Yusri menekankan bahwa sudah saatnya putra-putri terbaik dari Aceh diberikan kepercayaan oleh pimpinan TNI AL untuk memimpin komando wilayah strategis, seperti Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral).
Harapan Lahirnya Pemimpin Bahari Baru
Yusri Kasim optimistis bahwa suatu saat nanti akan lahir kembali sosok Laksamana tangguh dari Tanah Rencong. Capaian tersebut tentu bukan karena keistimewaan semata, melainkan buah dari kerja keras, kedisiplinan, integritas, dan kapasitas kepemimpinan yang teruji.
“Ini bukan sekadar mimpi, melainkan cita-cita yang harus diperjuangkan bersama oleh keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah. Kita siapkan kader-kader terbaik, berikan ruang serta dukungan sepenuh hati. Suatu hari nanti, nama putra Aceh akan berdiri tegak di jajaran tertinggi pimpinan TNI Angkatan Laut,” pungkas Yusri, yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pertahanan dan Keamanan.












