Durasi, Lhokseumawe – Seratusan pelajar se-Kota Lhokseumawe, mengikuti Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA-GPRS) ke-10 yang berlangsung selama 20 hari di Aula Masjid Agung Islamic Center. Acara itu dibuka langsung oleh Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Sufri, S.Ag, M.M, didampingi Kepala UPTD Masjid Agung, Fachruddini, SH, Ahad (22/2).
Ketua Panitia Pelaksana, Sadjeli mengatakan, kegiatan ini merupakan sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam mengisi ramadhan melalui berbagai aktivitas ibadah. Dengan mengusung tema Kali ini : ” Rihlah dalam doa, shaum dalam jiwa dan tahfidzh dalam cinta”.
” Perkemahan tahfidz semoga menjadi gerakan kebaikan yang melahirkan generasi muda pencinta Al-Qur’an.Dukungan semua pihak tentu menjadi sipirit dan energi besar untuk berbuat lebih baik kedepannya, ” ujarnya.
Sadjeli melanjutkan, untuk 26 orang santri ikhwan atau Laki-laki itu dinyatakan memilih mondok mengisi pendidikan ramadhan disana. Sedangkan, untuk 53 orang akhwat (perempuan) dan peserta cilik memalui proses jemputan.
Sementara Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Lhokseumawe, Sufri, S.Ag, M.M dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan ini sangat positif dalam mendidik dan mengajak Si anak untuk aktif dan peka terlibat langsung serangkaian kegiatan ibadah ramadhan. Para santri (PETA-GPRS) pastinya akan dituntun fokus melakukan murojaah atau metode mengulang hafalan Al-Quran atau Hadist untuk menjaga hafalan tetap kuat, lancar dan tidak mudah lupa.
” Banyak dari kalangan orang tua (ortu) yang memang membiarkan atau belum mengantarkan anaknya dengan kegiatan pendidikan ramadhan seperti ini. Akibatnya, Anak-anak asik bermain game, handphone hingga keluyuran larut malam yang sama sekali tidak bermanfaat! ini tantangan besar yang Kita hadapi semua ditengah derasnya perkembangan teknologi dan informasi, ” ucapnya dengan nada prihatin.
Ia berpesan, kepada para santri yang mengikuti perkemahan tahfidz untuk senantiasa menginspirasi sahabat ataupun rekan diusianya menyiarkan ibadah. Sehingga, dapat menuntun semuanya melakukan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Islam.
” Anak-anak yang hadir hari ini adalah anak yang dicintai oleh Rasulullah SAW dan mereka juga Orang-orang pilihan. Kami berpesan untuk senantiasa mengajak Teman-temannya bergabung dalam kegiatan pendidikan ramadhan seperti ini, mereka pilar dan contoh tauladan di masyarakat nantinya, ” pinta Kadis Sufri.
