Durasi, Aceh – Pimpinan Dayah Qari Hafid (Qaha) Ukhwatul Lhokseumawe, Waled Jamaluddin Blang Rayeuk mengatakan, sejak Negara Indonesia ini merdeka, santri memiliki peran penting dalam membangun Harkat dan martabat bangsa, santri menjadi garansi utama maju dan berkembangnya sebuah Bangsa dan Negara. Oleh karena itu santri merupakan generasi penerus yang akan mengambil dan mengendalikan bagian arah sebuah bangsa nanti kedepan.
Menurut Dia, ditengah tajamnya arus globalisasi dan digitalisasi, santri di dorong untuk menjadi bagian penting untuk mewarnai bagaimana generasi bangsa itu menjawab tantangan tersebut. Adab dan akhlak menjadi modal dasar bagi santri itu sendiri untuk menjawab setiap tantangan yang sedang di jalani.
” Santri dididik dengan nilai keagamaan yang tinggi, kejujuran dan akhlak menjadi penangkal pertama terhadap Krisis sosial yang terjadi seperti kenakalan remaja. Sehingga, rusaknya tatanan nilai budaya di tengah kehidupan Masyarakat saat ini, ” ucap Waled Jamal Blang Rayeuk.
Keteladanan-keteladanan masyarakat melalui kedisiplinan dalam beribadah, mengatur waktu dan beretika dalam membangun komunikasi menjadi jawaban atas permasalahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Dimana salah satu rusaknya moral anak bangsa akibat terlalu cepat kehilangan waktu untuk menuntut Ilmu.
Ini menjadi sebab kehilangan arah hingga timbul persoalan personal lain yang mengakibatkan prilaku buruk, mulai perbuatan kumpul kebo, kenakalan remaja, terjerumus LGBT, hingga bencana pendangkalan aqiqah untuk generasi bangsa, ” terangnya.
Santri merupakan pemeran utama dalam menjaga nilai nilai religius dalam menginterpretasikan antara cinta tanah air dan cinta kepada syari’at, dan santri harus mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus oleh Pemerintah, karna arah masa depan Bangsa ada ditangan santri, ” tutup Waled Blang Rayeuk.
