Durasi, Lhokseumawe – Pemko berencana akan mengerahkan PT. Toya Perdana Lhokseumawe yang dikenal Aceh Water untuk melayani air bersih bagi 1.500 Rumah Tangga (RT) di Kecamatan Banda Sakti. Menyusul, terhentinya suplai oleh Perumda Tirta Pase, sejak 6 hari terakhir.
” Tadi Pagi sudah Saya perintahkan untuk duduk rapat Pelaksana Tugas (Plt) Assisten II, Kepala Inspektur, Kepala Bappeda, dan Kabag Hukum dengan memanggil pihak Toya. Tujuannya mencari solusi atas warga Kita (Banda Sakti-red) yang diputuskan sambungan air oleh Tirta Pase Aceh Utara, ” kata Walikota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar menjawab durasi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Rabu Sore (30/9).
Ia menjelaskan, hasil rapat direncanakan warga yang mengalami pemutusan air bersih itu akan dilayani Aceh Water. Pihaknya juga sudah menghubungi Tirta Pase, agar memberikan jumlah data keseluruhan Sambungan Rumah (SR) yang padam air bersih tersebut.
” Masalah Tirta Pase yang menyebabkan krisis air itu gak ada hubungan kerjasama dengan Pemko. Yang disurati Pemko-kan permasalahan kerjasama dalam hal pengembangan, ” jelas Sayuti.
Sebelumnya 1.500 Rumah Tangga (RT) di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, masih dibiarkan mengalami krisis air bersih. Terhitung sudah 6 hari pasca pengehentian operasional suplai oleh Perumda Tirta Pase.
Pemko Lhokseumawe, mengirimkan surat resmi Nomor 500/985 bertanggal 18 Agustus 2026 yang berisi penegasan wilayah operasional dan permintaan agar Perumda Tirta Pase (Kabupaten Aceh Utara) tidak melakukan ekspansi pelayanan di wilayah Kota Lhokseumawe tanpa adanya kerja sama formal. Surat itu ditandatangani oleh Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar.
Menindaklanjuti dinamika penegasan wilayah serta permintaan pemindahan jaringan pipa oleh Dinas PUPR Lhokseumawe, pihak Perumda Tirta Pase, menghentikan Suplai Air Bersih kepada 1.500 Pelanggan di wilayah Kecamatan Banda Sakti.












