hit counter

Melihat Sahraja, Kasatgas Tito: Kampung yang Hancur Disapu Banjir Aceh Timur

  • Bagikan
Mendagri Tito Karnavian selaku Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera bersama Kepala (BNPB Letjen Suharyanto, Wakil Gubernur Aceh Fadhullah dan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Falrky meninjau langsung lokasi Gampong Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Kamis (22/1/2026).

Tito juga menyoroti akses jalan yang belum bisa dilalui dengan kendaraan roda empat. Hanya bisa dilalui kendaraan sepeda motor jenis trail di Gampong Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh

ACEH TIMUR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera meninjau langsung lokasi Gampong Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Dua bulan pascabencana di Gampong Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, kampung pedalaman itu didatangi Mendagri Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Wakil Gubernur Aceh Fadhullah, Kamis (22/1/2026) sore.

Saat datang ke lokasi pedalaman Gampong Sahraja menggunakan Helikopter disambut Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Falrky.

Mendagri Tito Karnavian selaku Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera bersama Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Wakil Gubernur Aceh Fadhullah dan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Falrky meninjau langsung lokasi Gampong Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Kamis (22/1/2026).

Tito melihat hamparan kehancuran desa luar biasa. Sekolah dan seluruh rumah hancur. Seluruhnya hilang dan rusak berat. Beruntung tidak ada korban jiwa di desa itu. Pasalnya, ketinggian air naik secara bertahap pada 26 November 2025 lalu sehingga warga sempat melarikan diri ke dataran lebih tinggi.

“Kita lihat diatap sekolah ada kayu log besar sekali. Atap atap rumah juga ada kayu log. Itu menunjukan tingginya genangan air saat itu. Semuanya hilang dan rusak berat,” kata Tito.

Tito juga menyoroti akses jalan yang belum bisa dilalui dengan kendaraan roda empat. Hanya bisa dilalui kendaraan sepeda motor jenis trail. Bahkan, katanya, satu dusun dalam desa itu harus diakses lewat jalur sungai.

“Fokus pertama kita membuka akses jalan, BNPB, Danantara dan Kementerian PU buka akses jalan dulu. Agar bisa dilalui untuk memudahkan suplai logistik dan tranportasi orang serta barang,” ungkap Tito.

Kasatgas Tito juga menyampaikan, pembangunan hunian sementara, jika warga tidak menginginkan maka langsung dibangun hunian tetap.

“Nanti BNPB bangun rumah diatas lahan sendiri itu namanya insitu. Mereka tadi bicara ke saya tidak mau ramai-ramai, dibangun diatas lahan sendiri,” ujarnya.

Selain itu, dia menyebutkan pembangunan sekolah dasar baru di desa itu. Pekan depan dia akan bertemu dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu’ti untuk membahas pembangunan gedung sekolah baru itu.

“Para guru tadi minta agar diberi tenda belajar tambahan. Pak BNPB sudah menyanggupi,” tegasnya. Dia meminta agar masyarakat bersabar dan memuji kegigihan Bupati Aceh Timur dalam penanganan bencana.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan, kehadiran Mendagri Tito dan Kepala BNPB menjadi bukti bahwa pemerintah pusat hadir dan peduli terhadap masyarakat Aceh Timur.

Sebanyak 233 kepala keluarga terdampak banjir di Gampong Sahraja. Saat ini, pembangunan hunian sementara terus dipercepat dan sebagian sudah mulai ditempati warga.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran langsung Mendagri Tito dan Kepala BNPB di Gampong Sahraja. Kunjungan tersebut menjadi penyemangat besar bagi warga yang sedang berjuang bangkit dari musibah,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

  • Bagikan