hit counter

Mahasiswa KPM Mandiri UIN SUNA Gelar Edukasi Pencegahan Bullying di SDN 1 Syamtalira Bayu

  • Bagikan
Mahasiswa KPM Mandiri UIN SUNA Gelar Edukasi Pencegahan Bullying di SDN 1 Syamtalira Bayu. Foto : Ist

Durasi, Aceh Utara – Mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 80 Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) menggelar kegiatan edukasi pencegahan bullying di SDN 1 Syamtalira Bayu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja utama mahasiswa dalam upaya menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang bahaya perundungan di lingkungan sekolah dasar.

Kegiatan edukasi tersebut diikuti oleh sebanyak 25 siswa kelas V SDN 1 Syamtalira Bayu. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KPM Mandiri berupaya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengertian bullying serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan, baik bagi korban maupun lingkungan sekolah secara keseluruhan, ” jelas Ketua Kelompok, Irsanul Halim, Selasa (11/2).

Dalam pelaksanaannya, Mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 80 menyampaikan materi mengenai berbagai bentuk bullying, mulai dari perundungan verbal, fisik, hingga bullying tidak langsung. Materi disampaikan dengan pendekatan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Para siswa juga diajak untuk berbagi pengalaman maupun kejadian yang pernah mereka saksikan terkait perilaku bullying di lingkungan sekolah.

Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan ini dilengkapi dengan pemutaran video edukatif yang bertujuan menumbuhkan empati serta sikap saling menghargai antar sesama teman. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan mampu membedakan perilaku positif dan negatif dalam kehidupan sosial sehari-hari. Sesi diskusi berlangsung secara aktif dan menunjukkan antusiasme siswa dalam memahami pentingnya menciptakan suasana sekolah yang aman dan nyaman.

Sebagai penutup, para siswa diajak mengikuti tepuk anti-bullying yang dilakukan dengan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menolak segala bentuk bullying di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan siswa semakin termotivasi untuk saling menghargai, saling mendukung, serta berani berkata “tidak” terhadap tindakan perundungan dalam bentuk apa pun, ” demikian Irsanul.

  • Bagikan