hit counter

Mahasiswa KKN Unimal Ajarkan Siswa SDN 13 Dewantara Peduli Lingkungan Sejak Dini

  • Bagikan
SD Negeri 13 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

ACEH UTARA – Isu perubahan iklim kini mulai diperkenalkan kepada generasi sekolah dasar di Aceh Utara. Sejumlah mahasiswa menggelar kegiatan psikoedukasi bertajuk peduli lingkungan yang berlangsung di SD Negeri 13 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, pada Selasa (3/2/2026).

Kegiatan yang bertujuan membentuk karakter sadar lingkungan sejak dini ini menghadirkan pakar sekaligus akademisi dari Universitas Malikussaleh (Unimal), Zahrina sebagai narasumber utama.

Sederhanakan Isu Global Zahrina menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam mengedukasi perubahan iklim kepada anak-anak adalah menyederhanakan istilah teknis menjadi narasi yang mudah dipahami. Dalam sesinya, ia membedah akar masalah krisis iklim hingga dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari secara visual dan interaktif.

“Fokus kita adalah menanamkan bahwa langkah kecil seperti menghemat air dan tidak membuang sampah sembarangan adalah aksi nyata yang bisa dilakukan siapa saja, termasuk siswa sekolah dasar,” ungkap Zahrina di sela-sela materi.

Respon Positif Siswa Antusiasme terlihat jelas saat siswa-siswi kelas 5 dan 6 terlibat aktif dalam sesi diskusi. Tidak sekadar mendengarkan, para siswa justru kerap melontarkan pertanyaan kritis terkait fenomena cuaca ekstrem yang sering terjadi belakangan ini.

Salah satu penyelenggara kegiatan menyebutkan bahwa suasana santai sengaja diciptakan agar proses transfer ilmu berjalan dua arah. “Suasana pembelajaran yang komunikatif membuat materi yang terkesan berat ini dapat diterima dengan sangat baik oleh para siswa,” tuturnya.

Investasi Jangka Panjang Melalui pendekatan psikoedukasi, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan menjadi pemantik perubahan perilaku bagi siswa SDN 13 Dewantara.

Program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap kelestarian bumi. Dengan pemahaman yang kuat sejak dini, para siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.

  • Bagikan