Durasi, Aceh Utara – Masyarakat Gampong Nibong, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini masih merawat dan menjaga sebuah makam kuno yang diyakini sebagai makam Raja Muhammad. Makam ini diyakini memiliki sejarah besar pada masanya kala itu.
Keberadaan makam ini kembali menjadi perhatian setelah turut ditelusuri oleh mahasiswa Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) yang sedang melaksanakan pengabdian disana, baru-baru ini. Keberadaan makam Raja Muhammad menjadi salah satu pertanda sejarang panjang dipadalaman Nibong.
Nama Raja Muhammad tercantum pada nisan makam dan telah lama dikenal oleh warga sebagai sosok berpengaruh pada masa silam. meskipun hingga kini belum ditemukan catatan tertulis resmi yang menjelaskan perannya secara administratif dalam struktur pemerintahan atau kerajaan.
Mahasiswa KPM yang bertugas didesa itu turut melakukan penelusuran informasi dengan mewawancarai sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat terkait guna mengungkap peristiwa bersejarah. Dari hasil penelusuran sementara diperoleh keterangan bahwa beliau dikenal sebagai figur yang dihormati dan memiliki pengaruh dalam kehidupan sosial masyarakat pada zamannya, ” ujar Ketua Kelompok, Irsanul Halim kepada durasi.
Menurut keterangan warga, penghormatan terhadap Raja Muhammad terus diwariskan secara turun-temurun, salah satunya melalui perawatan makam yang masih terjaga hingga saat ini. Makam tersebut berada di kawasan Desa Nibong dan kerap menjadi perhatian warga karena diperkirakan telah berusia cukup tua.
Namun demikian, baik masyarakat maupun mahasiswa KPM mengakui bahwa hingga kini belum ada penelitian akademik mendalam maupun penetapan resmi dari instansi terkait yang dapat memastikan latar belakang sejarah, masa hidup, serta kedudukan Raja Muhammad secara historis.
Irsanul melanjutkan, keterbatasan sumber tertulis menyebabkan informasi mengenai tokoh tersebut masih banyak bersumber dari tradisi lisan. Meski begitu, keberadaan makam Raja Muhammad dinilai memiliki nilai penting sebagai bagian dari identitas dan memori kolektif masyarakat Desa Nibong.
Warga bersama mahasiswa KPM berharap, ke depan, makam dan sejarah lokal tersebut dapat dikaji lebih lanjut oleh pihak akademisi maupun instansi terkait agar sejarah Desa Nibong dapat terdokumentasi secara lebih utuh dan tidak hilang ditelan waktu.












