hit counter

Kapal Patroli BC 30004 Bersandar di Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Lhokseumawe

  • Bagikan
Zacky Riyadi (kanan) selaku Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Lhokseumawe didampingi Rizki saat menyambut sandarnya Kapal Patroli BC 30004 di Pangkalan Sarana Bea Cukai, Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis (24/9/2026). durasi.co/Erwin

Durasi, Lhokseumawe – Kapal Patroli BC 30004 bersandar di Pangkalan Sarana Bea Cukai, Krueng Geukueh, Kabupaten Aceh Utara,. Kehadiran armada ini bertujuan memperkuat pengawasan laut di wilayah Operasi Bea dan Cukai Tipe B Lhokseumawe.

Armada laut itu merupakan hasil relokasi dan disambut melalui upacara penyambutan diarea Dermaga Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Kamis (24/9).

Ini sebagai tindak lanjut atas arahan dan instruksi Presiden Republik Indonesia terkait Penambahan BC 30004 merupakan bagian dari langkah penguatan sarana operasi Bea penguatan pengawasan laut. Khususnya di wilayah pesisir Selat Malaka yang memiliki posisi strategis sebagai salah satu jalur pelayaran internasional.

Zacky Riyadi (kanan) selaku Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Lhokseumawe didampingi Rizki saat menyambut sandarnya Kapal Patroli BC 30004 di Pangkalan Sarana Bea Cukai, Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis (24/9/2026). durasi.co/Erwin

Dengan tambahan BC 30004, Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Lhokseumawe saat ini didukung lima kapal patroli dalam kondisi siap operasional. Selain kapal patrol jenis Fast Patrol Boat, Pangsarop Bea Cukai Lhokseumawe juga didukung oleh Speedboat BC 15027 yang disiapkan untuk mendukung respons cepat. Terrmasuk pengejaran terhadap target yang membutuhkan penanganan segera.

Penguatan armada tersebut menjadi bagian dari upaya Bea Cukai mencegah dan menindak pemasukan serta penyelundupan barang ilegal melalui jalur laut. Pengawasan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah perairan dan tingginya aktivitas pelayaran di Selat Malaka.

“Penguatan armada ini merupakan bentuk respon dari instruksi presiden terkait kesiapan Bea Cukai dalam menjalankan fungsi pengawasan laut dan perlindungan masyarakat. Kehadiran kapal patroli harus mampu memberikan respon terhadap potensi pelanggaran serta memperkuat kehadiran dan kedaulatan negara di wilayah perairan Indonesia,” tegas Zacky Riyadi, Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Lhokseumawe.

Imam Besar Masjid Agung Bujang Salim Krueng Geukueh Tgk. Dr. Jufri melakukan “peusijuek” Kapal Patroli BC 30004 dan Jajaran Bea Cukai di Pangkalan Sarana Bea Cukai, Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis (24/9/2026). durasi.co/Erwin

Sebagai Community Protector, Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Lhokseumawe tidak bekerja sendiri. Pengawasan dan penindakan di laut membutuhkan sinergi dengan TNI, Polri, BNN, aparat penegak hukum lainnya, serta pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai potensi pelanggaran dan penyelundupan melalui jalur laut.

Keberadaan armada Bea Cukai di Selat Malaka merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Lhokseumawe akan terus mengoptimalkan pelaksanaan patroli laut serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait guna mencegah penyelundupan, melindungi masyarakat, dan menjaga keamanan Wilayah perairan pesisir selat malaka.

  • Bagikan