Horee! 67 Kunci Huntara Bagi Korban Banjir di Lhokseumawe Dibagikan

  • Bagikan
Walikota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, Kapolres Lhokseumawe, Ahzan, Plt Kalak BPBD, Said Bachtiar, dan rombongan BNPB, menyerahkan secara simbolis kunci bagi korban banjir di Gampong Blang Naleung Mameh setempat. Foto : Ist

Durasi, Lhokseumawe – Menjelang bulan suci Ramadhan PemkoLhokseumawe, secara resmi mengumumkan kabar gembira dengan menyerahkan 67 unit hunian sementara (huntara) bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bagi korban banjir. Acara itu dipusatkan di Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Senin (16/2).

Berdasarkan hasil review bersama BNPB dan APIP Pusat, dari total 1.296 rumah yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe, sebanyak 1.275 rumah dinyatakan lolos verifikasi. Rinciannya terdiri dari 74 rumah rusak berat, 1.178 rumah rusak sedang, dan 23 rumah rusak ringan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui BNPB. Kerja keras selama ini akhirnya memperoleh hasil.

” Kami ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BNPB atas dukungan dan penyerahan 67 unit hunian sementara ini. Ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat terdampak mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman,” ucapnya.

Ia menjelaskan, 67 unit huntara yang diserahkan terdiri dari 55 unit di Gampong Blang Naleung Mameh, 10 unit di Gampong Jambo Timu, serta masing-masing 1 unit di Gampong Ulee Jalan dan Gampong Uteunkot. Selain hunian sementara, para penerima manfaat juga memperoleh paket sembako, selimut, matras, dan kipas angin untuk mendukung kebutuhan dasar keluarga.

Sedengankan untuk masyarakat terdampak yang tidak menempati huntara, pemerintah telah menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) selama tiga bulan sebesar Rp600.000 per kepala keluarga per bulan. Bantuan ini bertujuan membantu biaya sewa tempat tinggal selama pembangunan hunian tetap berlangsung.

Terkait masyarakat terdampak yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan, Sayuti Abubakar menegaskan bahwa jajaran teknis telah diperintahkan untuk mempercepat pendataan sebagai usulan tahap II.

” Saya telah menginstruksikan jajaran teknis mulai dari gampong hingga ke kecamatan untuk segera melakukan pendataan dan verifikasi lanjutan. Bagi masyarakat yang belum terakomodir, Kami minta bersabar karena seluruh proses harus melalui mekanisme yang berlaku agar bantuan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sayuti Abubakar juga menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) di Gampong Padang Sakti dan Gampong Meunasah Mayang, guna memastikan masyarakat terdampak dapat kembali memiliki rumah yang layak, aman, dan permanen.

Sementara itu, Tenaga Ahli BNPB, Herman Hidayat, menjelaskan bahwa pemerintah pusat terus memastikan tidak ada lagi korban bencana yang tinggal di tenda darurat menjelang bulan Ramadan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat penerima huntara untuk menjaga fasilitas yang telah diberikan serta memanfaatkannya dengan baik sebelum hunian tetap dibangun.

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung sejumlah unit huntara untuk memastikan kondisi bangunan, fasilitas, dan sarana pendukung benar-benar layak huni dan sesuai standar. Acara penyerahan bantuan huntara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Kapolres Lhokseumawe, perwakilan Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, perwakilan PLN UP3 Lhokseumawe, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, para Asisten, para Kepala OPD, serta para Camat di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe.

  • Bagikan
Exit mobile version