Durasi, Lhokseumawe – Idul Fitri atau Lebaran adalah hari raya umat Islam yang dirayakan setiap 1 Syawal dalam penanggalan Hijriah, yang menandai berakhirnya ibadah puasa ramadan selama satu bulan penuh. Hari kemenangan ini ternyata membawa berkah bagi warga binaan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Kota Lhokseumawe, Wahyu Prassetyo mengatakan, sebanyak 375 orang dari total 435 tahanan yang mendekam disana memperoleh remisi khusus idul fitri. Besaran pengurangan hukumannya itupun bervariasi mulai 15 hari sampai 2 bulan.
” Lebaran membawa berkah bagi warga binaan, dapat remisi juga bisa berkumpul dengan keluarganya. Dan, Kita senantiasa hadir untuk memfasilitasi mereka mendapatkaan pengurangan hukuman itu, ” kata Wahyu Prasetyo saat ditemui diruang kerjanya, Ahad (21/3).
Dengan rincian usulan tersebut mencakup 367 narapidana Laki-laki dan 8 perempuan. Sebaliknya, disisi lain ada 19 napi dipastikan gagal menerima remisi.
Dijelaskan, bagi mereka tidak dapat diusulkan karena sedang menjalani vonis hukuman mati dan pidana seumur hidup, yang mana secara regulasi haknya belum masuk dalam daftar usulan. Sehingga, nantinya diajukan usulan remisi keterlambatan administrasi segera setelah Lebaran.
” Artinya, dapat pastikan tidak ada hak narapidana yang terabaikan selama mereka patuh pada aturan di dalam Lapas. Mengingat, remisi bukan sekedar pengurangan masa hukuman, melainkan memiliki tujuan strategis dalam sistem pemasyarakatan, yaitu motivasi perubahan perilaku, ” ujarnya.
Dimana, para tahanan dituntun untuk selalu berkelakuan baik dan patuh pada aturan. Termasuk, paling penting sebagai bentuk optimalisasi fungsi lapas untuk mengurangi dampak kelebihan kapasitas (overcrowding).
” Pemberian remisi adalah hak bersyarat yang diberikan negara kepada narapidana yang telah menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan. Hal ini sepenuhnya didasarkan pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan serta regulasi turunannya, ” tuturnya.
Wahyu mengungkapkan, pemberian remisi ini diharapkan menjadi momentum titik balik bagi seluruh warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat tekad dalam menjalani sisa masa pidana dengan positif. Pihaaknya, berkomitmen memastikan bahwa setiap hak narapidana terpenuhi secara transparan dan berkeadilan, tanpa ada yang terabaikan selama mereka menunjukkan kepatuhan terhadap hukum dan aturan yang berlaku.
Isak Tangis dan Haru
Sementara itu suasana isak tangis dan haru mewarnai pertemuan antara keluarga dan napi disana. Suara riuh, tawa dan canda seakan ikut berada dirumahnya kendati dalam kenyataannya masih berada dibalik dinding tembok yang keras dan tinggi kokoh.
Mereka, begitu gembira bisa diberikan waktu lama berkumpul dengan keluarganya. Dibawah tenda bak acara pengantin pesta perkawinan yang difasilitasi lapas tentu menjadi salah-satu cerita kisah indah yang dinantikan seluruh penghuni hunian itu.
Namun, ditengah kemeriahan itu masih ada beberapa diantara warga binaan yang tak memperoleh kunjungan dari keluarga maupun kerabatnya. Disaat itulah pegawai lapas secara spontan menyemangatinya Satu-persatu dengan penuh suka cita.
” Kita tadi juga mengungkapkan perihal kondisi yaang sama ke mereka (napi-red), bahwa jangan berkecil hati belum dibesuk keluarganya sebab Pegawai-pegawai disini juga tidak memperoleh izin bersilahturrahmi dan berkumpul semuanya dikampung untuk merayakan hari raya. Dan, Saya sendiri termasuk salah-satu diantaranya, ” ucap Wahyu dengan senyuman meniru sambutannya ketika membuka kunjungan khusus idul fitri di Rumah Tahanan Negara (Rutan) setempat.
Kunjungan khusus lebaran di lapas itu dibuka selama empat hari sejak tanggal 20-23 Maret 2026. Pertemuannya dibagi dalam 2 sesi, yati dimulai sejak Pagi Pukul 09.00-12.00 Wib Siang dan dibuka kembali pada pukul 13.30-15.30 Petang setiap harinya.
Kalapas menambahkan, kegiataan ini menjadi perhatian khusus Direjenpas, bahwa layanan tatap muka istimewa yang diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk bersilaturahmi dengan keluarga selama Hari Raya. Dengan tujuan utama memberikan dukungan psikologis dan kehangatan keluarga bagi warga binaan di hari suci.
