(Medan), Antusiasme masyarakat terhadap hunian di Kota Mandiri Bekala terus menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dalam kegiatan Pemilihan Unit Tahap 1 Cluster Shorea yang digelar di Kota Mandiri Bekala, Sabtu (22/8/2026), di mana seluruh unit subsidi tipe 32/72 yang tersedia pada tahap pertama berhasil ter-booking oleh konsumen, begitu pula unit komersial tipe 36 & tipe 40 juga hampir habis ter-booking.
Kegiatan pemilihan unit tersebut menjadi momentum penting bagi para konsumen yang sebelumnya telah menyatakan minat untuk memiliki hunian di kawasan Kota Mandiri Bekala. Dari total konsumen yang mengikuti proses pemilihan, sebanyak 347 unit berhasil ter-booking, atau seluruh unit yang disediakan pada tahap pertama.
Direktur Utama PT Propernas Nusa Dua (PND), pengembang proyek Kota Mandiri Bekala, Rizqi Aswaransyah Pratama, mengatakan capaian tersebut menjadi gambaran nyata tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kawasan Kota Mandiri Bekala.
Menurutnya, tingginya minat konsumen sebenarnya sudah terlihat sejak peluncuran Cluster Shorea yang dilaksanakan pada 11 Juli 2026. Dalam momentum tersebut, tercatat sebanyak 436 konsumen menyatakan tanda minat melalui Nomor Urut Pemesanan (NUP).
“Antusiasme masyarakat sejak launching Cluster Shorea sangat positif. Sudah 347 unit yang berhasil ter-booking,” ujar Rizqi.
Ia menilai tingginya minat tersebut bukan semata-mata karena kebutuhan masyarakat terhadap hunian, tetapi juga karena semakin banyak konsumen yang melihat prospek Kota Mandiri Bekala sebagai kawasan hunian dan kawasan pengembangan baru yang memiliki potensi jangka panjang.
Legalitas yang Jelas
Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan masyarakat, kata Rizqi, adalah aspek legalitas kawasan yang sah dan jelas. Kepastian legalitas menjadi hal penting bagi konsumen ketika memilih hunian, terutama untuk memastikan investasi dan kepemilikan rumah memiliki dasar hukum yang kuat.
Selain legalitas, faktor bebas banjir juga menjadi salah satu daya tarik Kota Mandiri Bekala. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat dalam memilih tempat tinggal, mengingat kenyamanan dan keamanan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas hunian.
“Minat masyarakat ini salah satunya karena legalitas yang sah, kemudian kawasan yang bebas banjir. Selain itu, masyarakat juga melihat adanya perkembangan ekonomi dan bisnis yang kami yakini akan tumbuh di kawasan ini ke depannya,” jelasnya.
Kota Mandiri Bekala dikembangkan tidak hanya sebagai kawasan perumahan, tetapi diarahkan menjadi kawasan yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi dan aktivitas bisnis. Dengan konsep tersebut, kehadiran kawasan hunian diharapkan dapat berjalan beriringan dengan perkembangan fasilitas, aktivitas komersial dan kebutuhan masyarakat di masa mendatang.
Bagi konsumen, perkembangan kawasan menjadi salah satu pertimbangan ketika membeli rumah. Hunian yang berada di kawasan dengan potensi pertumbuhan ekonomi dinilai memiliki nilai tambah, baik dari sisi kenyamanan untuk ditempati maupun peluang peningkatan nilai kawasan dalam jangka panjang.
Rizqi menambahkan, capaian pada pemilihan unit tahap pertama juga menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengenal dan memberikan kepercayaan terhadap Kota Mandiri Bekala.
“Ini menjadi salah satu bukti bahwa kepercayaan dan minat masyarakat terhadap hunian yang kami tawarkan di Kota Mandiri Bekala cukup tinggi,” katanya.
Dengan seluruh unit tahap pertama berhasil ter-booking, Kota Mandiri Bekala selanjutnya akan membuka pemilihan unit tahap kedua. Tahap tersebut menjadi kesempatan bagi konsumen berikutnya yang belum mendapatkan unit pada pemilihan tahap pertama untuk memperoleh hunian pilihan mereka. Tingginya penyerapan unit pada tahap pertama sekaligus memperlihatkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang memiliki legalitas jelas, lingkungan yang nyaman dan prospek kawasan yang menjanjikan.
