Durasi, Lhokseumawe – HMC Departemen Head PT. Toya Perdana Lhokseumawe, Yusuf Iman mengatakan, pihaknya masih menunggu data keseluruhan jumlah pelanggan yang diputuskan suplai oleh Perumda Tirta Pase Aceh Utara. Hal ini sesuai hasil kesepakatan Toya dengan Pemko setempat.
” Ya Pak Erwin, Kami kemarin diundang oleh tim Pemko untuk membicarakan hal ini. Dan, Kami masih menunggu daftar pelanggan aktif beserta datanya yang terdampak dari penghentian suplai air oleh Tirta Pase, ” tulis balasan Yusuf Iman menjawab durasi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Kamis Petang (1/10).
Sebut Dia, menurut Pemko data itu sedang dimintakan kepada Perumda Aceh Utara. Untuk mengetahui jumlah keseluruhan Sambungan Rumah (SR) yang terhenti memperoleh air bersih.
” Dalam hal ini, Kami bukan dalam posisi mengambil alih pelanggan Tirta Pasei. Tetapi, tentunya apabila terdapat kebutuhan pelayanan air minum, Toya akan menanganinya sesuai cakupan jaringan, kapasitas produksi, kesiapan teknis, ketentuan yang berlaku dan batasan dalam Perjanjian Kerjasama Kami Pak Erwin, ” balasnya lewat tulisan pesan singkat yang mana dirinya sedang berada di Jakarta.
Sebelumnya, Pemko berencana akan mengerahkan PT. Toya Perdana Lhokseumawe yang dikenal Aceh Water perusahaan patungan Ciputra Group itu untuk melayani air bersih bagi 1.500 Rumah Tangga (RT) di Kecamatan Banda Sakti. Menyusul, terhentinya suplai oleh Perumda Tirta Pase.
Mereka, terkesan masih dibiarkan mengalami krisis air bersih. Terhitung bilangan sepekan lamanya.
