hit counter

Sofyan Tan : Sembako Habis dalam Seminggu, Pendidikan untuk Seumur Hidup

  • Bagikan

MEDAN – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dr Sofyan Tan bagikan 500 Paket Ramadhan berisi beras, minyak goreng, gula, bubuk teh dan sirup kepada warga di Kota Medan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

 

Pembagian bantuan dilakukan di empat titik, yakni di Jalan Bakti Luhur, Medan Helvetia; Jalan Luku V, Medan Johor; serta Jalan Karya Lestari, Medan Polonia; dan di Rumah Aspirasi dr Sofyan Tan, Komplek CBD Polonia, Medan, yang diserahkan secara bertahap pada Jumat dan Sabtu (13–14 Maret).

 

Meski membawa bantuan sembako, Sofyan Tan mengingatkan warga agar tidak melihat kegiatan tersebut semata sebagai pembagian bantuan pangan. Menurutnya, sembako hanya bersifat sementara dan tidak akan mampu mengubah nasib seseorang.

 

“Sembako ini hanya bisa bikin kenyang, tapi tidak bisa bikin pintar, apalagi bikin kaya. Dalam seminggu juga sudah habis, tapi pendidikan bisa untuk selamanya, seumur hidup,” ujar Sofyan Tan di sela kegiatan.

 

Ia menegaskan, bantuan sembako yang dibagikan hanyalah perantara untuk bertemu langsung dengan warga, sekaligus menyampaikan pesan penting tentang pendidikan.

“Ibarat merpati yang tak pernah ingkar janji. Sembako ini hanya perantara perjumpaan saya dengan warga untuk menyampaikan pesan bahwa pendidikanlah yang akan membawa kita keluar dari garis kemiskinan,” katanya.

 

Selama 12 tahun menjadi anggota DPR RI, Sofyan Tan menyebut dirinya konsisten memperjuangkan program pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program seperti beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, hingga revitalisasi gedung sekolah.

 

Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang dapat membuka peluang masa depan lebih baik bagi anak-anak dari keluarga sederhana.

“Kalau anak-anak bisa sekolah dengan baik, mereka punya kesempatan memperbaiki kehidupan keluarga mereka,” sebutnya.

 

Dalam sesi pembagian sembako di Jalan Karya Lestari, Medan Polonia, suasana haru sempat terlihat ketika seorang nenek penerima bantuan menitikkan air mata usai menerima paket sembako dari Sofyan Tan.

 

Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku terharu karena setiap tahun Sofyan Tan selalu datang mengunjungi kawasan tempat tinggalnya dan tidak melupakan warga yang hidup dengan keterbatasan.

 

“Beliau selalu datang setiap tahun ke sini. Kami merasa tidak dilupakan,” ujar nenek tersebut lirih.

 

Bagi Sofyan Tan, momen pertemuan langsung dengan warga seperti inilah yang menjadi pengingat bahwa perjuangan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kecil harus terus dilakukan.

 

Ia berharap, bantuan sembako yang dibagikan menjelang Idul Fitri dapat sedikit meringankan kebutuhan warga, sembari terus menanamkan kesadaran bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan.(*)

  • Bagikan