ACEH UTARA— Himpunan Mahasiswa Dewantara (HIMADA) menggelar kegiatan Samboet Adoe Muda 2026 di Kompleks Perumahan Nelayan, Gampong Geulumpang Sulu Timur, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyambut mahasiswa muda sekaligus mempererat persaudaraan, memperkuat nilai kekeluargaan, dan menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap peran serta tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
Samboet Adoe Muda 2026 tidak hanya menjadi ajang penyambutan anggota baru, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membangun karakter, memperluas wawasan, serta menumbuhkan semangat berorganisasi. Melalui kegiatan ini, HIMADA mendorong mahasiswa agar menjadikan organisasi sebagai wadah bertukar gagasan, mengembangkan pemikiran kritis, dan meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial.
Ketua Umum HIMADA, Ferdiansyah, mengatakan, bahwa kekeluargaan merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi yang kuat. Namun, menurutnya, kekeluargaan tidak boleh dimaknai sebatas kebersamaan, melainkan juga harus memberikan ruang bagi perbedaan pendapat, evaluasi, dan keberanian untuk saling mengingatkan.
“HIMADA harus menjadi rumah tempat kita saling menguatkan, belajar, dan berbenah bersama. Kekeluargaan bukan berarti kita harus selalu sepakat, tetapi bagaimana kita tetap menjaga persaudaraan ketika memiliki pandangan yang berbeda. Kita harus berani saling mengingatkan, menerima kritik, dan memperbaiki kekurangan tanpa kehilangan rasa hormat satu sama lain,” ujar Ferdiansyah.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berfokus pada aktivitas internal organisasi, tetapi mampu memahami berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, status sebagai mahasiswa membawa tanggung jawab untuk berpikir kritis, menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab, serta menghadirkan kepedulian yang nyata terhadap lingkungan sosial.
“Jangan sampai kita begitu sibuk membangun kebersamaan di dalam organisasi, tetapi kehilangan kepekaan terhadap keadaan di luar sana. Mahasiswa harus mampu mendengar, memahami, dan mengkaji persoalan sebelum mengambil sikap,” kata Ferdiansyah.
Ferdiansyah menambahkan, gerakan mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan keberanian berbicara, tetapi juga harus disertai gagasan, kajian, dan keberpihakan yang bertanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat.
“Bagi kami, pergerakan mahasiswa bukan sekadar tentang keberanian berbicara, melainkan juga tentang kemampuan menghadirkan gagasan dan keberpihakan yang bertanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, anggota DPRK Aceh Utara, Saifunnizar, S.E., turut memberikan sambutan dan motivasi kepada mahasiswa.
Saifunnizar menekankan pentingnya membangun cita-cita, meningkatkan kualitas pendidikan, menjaga kedisiplinan, serta memiliki kemauan untuk terus belajar dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Masa depan mahasiswa merupakan kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Untuk itu, mahasiswa diharapkan tidak menjadikan statusnya sebagai pelajar sebagai alasan untuk menunda kontribusi bagi masyarakat.
“Pemuda harus berani bercita-cita tinggi dan mempersiapkan diri untuk mewujudkannya. Teruslah belajar, kembangkan kemampuan, perluas wawasan, dan jangan takut mengambil peran,” ucap Saifunnizar.
Saifunnizar juga mendorong generasi muda agar memulai kontribusi dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Kemajuan daerah membutuhkan generasi yang memiliki kemauan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab.
Melalui Samboet Adoe Muda 2026, HIMADA berharap mahasiswa muda Dewantara dapat tumbuh menjadi generasi yang menjunjung tinggi persaudaraan, memiliki daya kritis, serta peka terhadap berbagai persoalan sosial. Nilai kekeluargaan dapat menjadi kekuatan untuk saling mendukung, sementara pendidikan dan organisasi menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah awal bagi mahasiswa muda untuk belajar, berbenah, dan bergerak bersama. Sebab, organisasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui kebersamaan, tetapi juga melalui keberanian menerima kritik, kemauan memperbaiki diri, dan komitmen untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat Dewantara. [] (Ril)
