LHOKSEUMAWE- Mahasiswa KPM Mandiri 67 Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe (UIN SUNA) berkolaborasi dengan mahasiswa KKN 37 Universitas Malikussaleh (Unimal), melaksanakan praktik ekoteologi melalui penanaman kangkung. Kegiatan dimulai sejak 24 Januari 2026, dan berlanjut pada tahap perawatan kebun secara berkala.
Kesadaran akan krisis lingkungan yang kian nyata mendorong lahirnya berbagai inisiatif berbasis edukasi dan aksi nyata. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan praktik ekoteologi berupa penanaman kangkung tersebut, di Gampong Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.
Program tersebut tidak sekadar bertujuan menghasilkan tanaman pangan, juga menjadi media pembelajaran kontekstual mengenai integrasi nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Praktik ekoteologi itu dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun kesadaran kolektif terhadap krisis lingkungan, sekaligus menanamkan pemahaman bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab spiritual dan moral.
Mahasiswa berupaya menghadirkan pendekatan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Kegiatan diawali dengan observasi lokasi untuk menentukan lahan yang sesuai, dilanjutkan dengan pembersihan area dan persiapan media tanam.
Proses tersebut dilakukan secara gotong royong sebagai wujud kebersamaan lintas kampus dan masyarakat desa (gampong). Setelah lahan siap, dilakukan penanaman bibit kangkung sebagai simbol praktik nyata kepedulian terhadap ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.
Selain aksi penanaman, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya merawat alam sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan. Konsep ekoteologi yang diusung menekankan bahwa manusia bukan sekadar pengguna alam, melainkan penjaga yang memiliki amanah untuk merawat dan melestarikannya.
Perawatan kebun terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen terhadap program yang telah dirintis. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal membangun budaya peduli lingkungan di Tambon Tunong, sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekologis masa kini.
Melalui praktik sederhana, namun bermakna. Kolaborasi lintas institusi pendidikan menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan dapat tumbuh dari aksi kecil yang dilakukan secara konsisten dan penuh tanggung jawab. []
Penulis: Siti Hunava Foenna












