hit counter

Pengembangan Sistem Drainase Mulai Dibangun di Lhokseumawe

  • Bagikan
Pekerja terus memacu pembangunan revitalisasi pengembangan sistem drainase berekonstruksi beton bertulang tertutup bertempat dikawasan Jalan Listrik, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Foto : Ist

Durasi, Lhokseumawe – Pembangunan infrastruktur di Kota Lhokseumawe, mulai terlaksana dilapangan. Salah-satunya yang terlihat seperti revitalisasi pengembangan sistem saluran drainase berekonstruksi beton bertulang tertutup yang terhubung langsung ke sungai yang sedang dikerjakan bertempat dikawasan Jalan Listrik, Kecamatan Banda Sakti setempat.

” Ini merupakan penggantian atau pembangunan baru saluran drainase dengan sistem beton bertulang tertutup. Persisnya menyerupai U-ditch pracetak atau Box Culvert yang bertujuan  untuk meningkatkan ketahanan dan fungsi bangunan, ” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lhokseumawe, Said Bachtiar melalui Kepala Bidang Pengairan, T. Syahrial ketika ditemui Durasi, Jum’at (29/8).

Dijelaskan, proses pembangunan ini mencakup penggalian, pemasangan struktur pracetak, dan penyambungan antar unit untuk menciptakan saluran yang kuat dan tahan lama. Sehingga, mampu menahan beban, mencegah keretakan dan kerusakan akibat tekanan.

” Pak Walikota Kita selalu memantau dan mengevaluasi pengerjaan dilapangan, agar target bisa tercapai. Drainase ini juga berfungsi mereduksi kelebihan air hujan tidak menumpuk di suatu area untuk mencegah terjadinya genangan air atau musibah banjir, ” papar Said yang diamini Syahrial.

Disebutkan, pembangunan saluran itu menghabiskan anggaran total mencapai Rp966,1 juta bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2025. Dengan masa pengerjaan terhitung 14 Juli sampai 10 Desember mendatang.

Pembersihan Saluran

Selain itu Pemko Lhokseumawe juga berencana malakukan upaya pembersihan saluran disejumlah titik kawasan tergenang air hujan. Apalagi, sekarang menjelang memasuki penghujan yang berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat seperti musibah banjir.

” Ini penting sekali melakukan pembersihan sedimentasi atau endapan lumpur, biar air bisa mengalir disaat hujan deras. Khususnya, untuk mengantispasi resiko terjadinya banjir dimusim penghujan, ” lanjut Kabid Pengairan Syahrial.

Seraya menambahkan, ada sejumlah titik yang menjadi proioritas utama, mulai dikawasan Gampong Tumpok Teungoh, Hagu, Simpang Empat, Pusong, dan sekitarnya.

  • Bagikan