300 Petani di Buket Linteung Terima Program Dukungan Pemulihan Kebun dari BYTRA, IDH dan FKL

  • Bagikan
Foto: Istimewa

ACEH UTARA— Sebanyak 300 petani korban banjir di Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, mendapat bantuan program dukungan pemulihan lahan perkebunan.

Program tersebut diharapkan mampu membantu pemulihan ekonomi warga yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

Program itu diluncurkan di desa setempat, Jumat (22/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga yang ingin mengetahui skema pelaksanaan program hingga proses pembagian alat kerja kepada para petani.

Program pemulihan lahan perkebunan itu dilaksanakan oleh Bina Rakyat Sejahtera (Bytra) Aceh dengan dukungan Inisiatif Dagang Hijau (IDH) dan Forum Konservasi Leuser (FKL).

Direktur Bytra Aceh, Muhadi mengatakan, program tersebut akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan. Mulai dari pembersihan lahan, penyediaan bibit hingga proses penanaman.

“Pada tahap awal ini kita melaksanakan pembersihan lahan milik 300 petani. Setelah itu akan dilanjutkan dengan penyediaan dan penanaman bibit yang telah disiapkan,” kata Muhadi kepada wartawan.

Ia menjelaskan, para petani yang terlibat dalam pembersihan lahan juga akan menerima pengganti hari kerja selama kegiatan berlangsung. Program itu diperkirakan berjalan selama lima hari.

“Selain pengganti hari kerja, petani juga diberikan alat kerja berupa parang, cangkul, sekop hingga pupuk dolomit,” ujarnya.

Muhadi menambahkan, program tersebut bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan mata pencaharian di sektor perkebunan.

“Program ini diharapkan menjadi salah satu upaya pemulihan ekonomi warga pascabanjir dan semoga dapat membantu masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Geuchik Gampong Buket Linteung, Mansur (42), menyebutkan sebanyak 300 petani penerima manfaat tersebar di empat dusun di desa tersebut.

“Petani tersebar di seluruh dusun. Luas lahan perkebunan yang akan dibersihkan diperkirakan mencapai lebih dari 300 hektare,” ujarnya.

Menurut Mansur, program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama bagi warga yang kehilangan sumber penghasilan akibat kerusakan lahan perkebunan pascabanjir.

“Lahan yang dibersihkan merupakan kebun milik warga sendiri, seperti kebun pinang, sawit, jeruk nipis dan tanaman lainnya,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada IDH, FKL dan Bytra Aceh yang telah membantu masyarakat di desanya.

Hal senada disampaikan Rohani Rubi (60), petani asal Dusun Tengoh. Ia mengaku program tersebut sangat membantu warga, terutama menjelang meugang dan Hari Raya Iduladha.

“Program ini sangat membantu. Selain kebun kami kembali bersih, kami juga mendapatkan pengganti hari kerja. Apalagi kami yang masih tinggal di hunian sementara, bantuan ini sangat berguna,” ujarnya.

Rohani berharap program pemulihan lahan tersebut dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak banjir di Gampong Buket Linteung. [] (Ril)

 

  • Bagikan
Exit mobile version