hit counter

Pemkab Pidie Siapkan Hibah Rp3,4 Miliar dan Lahan untuk Penegerian Al-Hilal Sigli

  • Bagikan

SIGLI — Pemerintah Kabupaten Pidie menyiapkan dukungan anggaran dan lahan untuk mendorong penegerian Perguruan Tinggi Islam (PTI) Al-Hilal Sigli menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Al-Hilal Sigli.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah bersama Wakil Bupati Alzaizi dalam Focus Group Discussion (FGD) finalisasi proposal alih bentuk dan alih status Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Hilal Sigli menjadi IAIN Al-Hilal Sigli di Oproom Kantor Bupati Pidie, Kamis (15/10/2026).

Sarjani mengatakan, penegerian Al-Hilal Sigli merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi Islam sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pidie.

Menurut dia, Al-Hilal Sigli memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan Islam di daerah tersebut. Berdiri sejak 27 November 1967, lembaga pendidikan itu telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, khususnya di bidang tarbiyah dan syariah.

Untuk mendukung proses penegerian, Pemkab Pidie menyiapkan tiga langkah strategis, yakni membentuk tim fasilitasi penegerian yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat; memberikan hibah sebesar Rp3,4 miliar dari APBK Perubahan Tahun Anggaran 2026 kepada Yayasan PTI Al-Hilal Sigli; serta menyediakan dukungan lahan untuk pengembangan kampus.

Lahan yang direncanakan untuk dihibahkan memiliki luas 49.953 meter persegi atau sekitar lima hektare di Gampong Lampedeue Baroh, Kecamatan Pidie. Pemberian hibah tanah tersebut direncanakan setelah izin penegerian kampus diperoleh, sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan pengembangan perguruan tinggi negeri.

Dukungan anggaran dan lahan tersebut diarahkan untuk membantu pemenuhan persyaratan sarana dan prasarana serta kebutuhan pengembangan kampus dalam proses pengajuan penegerian.

Sarjani berharap FGD tersebut menghasilkan masukan substantif untuk menyempurnakan proposal sebelum diajukan kepada Menteri Agama Republik Indonesia.

“Saya berharap seluruh peserta dapat memberikan pemikiran dan masukan demi penyempurnaan dokumen proposal penegerian ini,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Tim Penegerian Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kementerian Agama RI, Koordinator Kopertais Wilayah V Aceh, serta para peserta FGD dan masyarakat yang terlibat dalam proses tersebut.

Penegerian Al-Hilal Sigli diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi Islam, memperkuat pengembangan keilmuan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Pidie serta wilayah sekitarnya.

FGD tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pidie, staf ahli dan asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Pidie, Koordinator Kopertais Wilayah V Aceh, Ketua Tim Penegerian PTKIN Kementerian Agama RI, perwakilan tokoh pendidikan Pidie, serta Tim Fasilitasi Penegerian Kampus Al-Hilal Sigli.

  • Bagikan