Bireuen / Rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen Tahun 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bireuen, Ir Razuardi di Pendopo Bupati Bireuen, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Rangkaian kegiatan mengusung tema “Bireuen Bershalawat” dan berlangsung hingga 12 Oktober 2026 mendatang.
Turut hadir Ketua DPRK Bireuen beserta anggota, unsur Forkopimda Kabupaten Bireuen, DanYonif 113/JS, Ketua TP PKK, Ketua BKMT, Ketua MPA, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Ketua DWP, dan tokoh masyarakat.
Berbagai kegiatan telah dipersiapkan dalam rangka memeriahkan HUT ke-27 meliputi olahraga, seni dan budaya, literasi, UMKM, kuliner, permainan rakyat serta kegiatan keagamaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana HUT Kabupaten Bireuen ke-27, Ir. Fadli, S.T., M.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan berlangsung mulai 3 – 12 Oktober 2026.
Berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan antara lain Kejuaraan Sepak Bola Piala Bupati antar Kecamatan, pameran UMKM dan kuliner, lomba kreativitas merangkai sirih, lomba masak nasi goreng “Ayah Siaga”, permainan rakyat, lomba azan tingkat PAUD, lomba mewarnai dan melukis, tari tradisional, meurukon antar kecamatan, kegiatan literasi, Toet Beude, jalan santai, upacara HUT, perayaan Maulid, serta marawis, hadrah dan ceramah keagamaan.
Fadli mengatakan, seluruh kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi panitia bersama perangkat daerah dan berbagai pihak, dengan mengedepankan partisipasi masyarakat, ketertiban dan semangat kebersamaan.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen, Forkopimda, SKPK, kecamatan, dunia usaha, sponsor, panitia dan seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan rangkaian HUT ke-27.Sementara itu, Ketua TP-PKK, Ketua Dekranasda, Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kabupaten Bireuen, Ny. Sadriah Mukhlis, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan HUT menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas masyarakat, memperkuat keluarga serta melestarikan adat dan budaya daerah.
Ia menjelaskan, lomba merangkai sirih atau susun ranup merupakan upaya melestarikan tradisi Aceh, sementara lomba masak nasi goreng “Ayah Siaga” mendorong keterlibatan ayah dalam keluarga sekaligus mendukung upaya penanganan stunting.
Kegiatan mewarnai, melukis, tari, permainan tradisional dan literasi juga dilaksanakan untuk menggali kreativitas anak-anak. Sementara pameran UMKM dan kuliner menjadi ruang promosi produk lokal serta mendukung perekonomian masyarakat.
. Sadriah mengajak kaum perempuan berperan aktif dalam pembangunan serta menekankan agar seluruh perlombaan dilaksanakan secara jujur, objektif dan transparan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, M.T., mengatakan HUT ke-27 menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan Kabupaten Bireuen, melakukan refleksi dan memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah.
Menurutnya, tema “Bireuen Bershalawat” mengandung pesan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga memperkuat nilai agama, adat, budaya dan kepedulian sosial.
Razuardi juga mengajak masyarakat bersama-sama bangkit pascabencana banjir dan longsor serta memperkuat kebersamaan.
“Jalan dan jembatan mungkin bisa rusak akibat bencana, tetapi jangan sampai jembatan persaudaraan kita ikut rusak,” ujarnya. ( Yudi Wbc)












