KRUENG GEUKUEH, ACEH UTARA – Puncak peringatan Milad 800 Samudera Pasai tahun 2026 menjadi momen bersejarah bagi Hj. Ummi Kalsum.
Tokoh perempuan kelahiran Gampong Pulo Rungkom, Kecamatan Dewantara, tahun 1949 ini resmi dianugerahi penghargaan sebagai Anugerah Tokoh Perempuan atas dedikasi dan pengabdian panjangnya bagi masyarakat Aceh Utara.
Lahir dari pasangan tokoh terpandang, Tgk. H. Puteh Adami dan Hj. Siti Zalikha, darah kepemimpinan telah mengalir dalam diri Ummi Kalsum.
Ayah beliau dikenal luas sebagai sosok masyarakat di Wilayah Barat Aceh yang pernah menjabat sebagai Imum Chik Masjid Besar Bujang Salim, Imum Mukim Kemukiman Krueng Geukueh, serta Ketua LPTQ pada era 1980-an hingga 1990-an.
Pionir Kepemimpinan dan Pendidikan
Dunia pendidikan menjadi ruang pengabdian utama Ummi Kalsum. Ia mengawali karier sebagai guru honorer di SMP Krueng Geukueh pada era 1970-an.
Setelah diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), rekam jejaknya berlanjut hingga dipercaya memimpin sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Dewantara, seperti SDN Cot Murong, SDN Keude Blang Lancang Barat, dan SDN Paloh Lada.
Tak hanya di bidang pendidikan, catatan sejarah penting diukirnya saat memimpin Gampong Keude Krueng Geukueh periode 1990–1996.
Jabatan tersebut mencatatkan namanya sebagai satu-satunya Geuchik Inong (Kepala Desa Perempuan) pertama di Aceh pada masa itu.
Di luar kepemimpinan gampong, Ummi Kalsum aktif dalam gerakan PKK tingkat kecamatan maupun kabupaten. Beliau juga tercatat sebagai salah satu inisiator berdirinya TK Srikandi—sekolah taman kanak-kanak pertama di Kecamatan Dewantara yang hingga kini masih berdiri tegak di pusat Kota Krueng Geukueh.
Selain itu, beliau pernah mengabdi sebagai Pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Utara periode 2016–2019.
Melahirkan Generasi Penerus
Dari perhiasan rumah tangganya bersama T. Aminuddin, Ummi Kalsum dikaruniai tiga orang anak. Putra pertamanya, T. Muhifuddin, pernah bekerja di PT Rekayasa Industri untuk proyek PIM 2 dan Aromatik Arun. Putra lainnya, T. Kamaruzzaman, kini meneruskan jejak kepemimpinan sang ibu sebagai Geuchik Gampong Keude Krueng Geukueh. Sementara itu, putri beliau Cut Zuriana mengabdi sebagai dosen di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh.
Kini, di usianya yang menginjak 77 tahun, semangat pengabdian Ummi Kalsum tidak padam. Meski kondisi kesehatannya mulai menurun, ia tetap aktif mengelola Taman Kanak-Kanak TK Tiga Serangkai.
Penerimaan Anugerah Tokoh Perempuan pada Milad 800 Samudera Pasai ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya tokoh-tokoh perempuan baru yang siap melanjutkan pembangunan dan pengabdian di Aceh.












