Durasi, Lhokseumawe – Aktivitas eskavator amphibi (amphibious excavator) diarea Reservoir Pusong, Kota Lhokseumawe, terus dipercepat, Kamis (9/4). Diperkirakan aktivitas normalisasi tempat penampungan air itu sudah berjalan diatas 50 persen.
” Kita terus percepat upaya pembersihan sedimentasi disepanjang area waduk. Kita berharap petani keramba untuk segera menempati relokasi tempat yang baru, ” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) Lhokseumawe, Said Bachtiar melalui Kepala Bidang Pengairan, T. Syahrial menjawab durasi.
Ia menjelaskan, bila pemindahan secara menyeluruh terlaksana akan memudahkan beko amfibi beraktifitas membersihkan waduk. Sehingga, reservoir itu nantinya Benar-benar kembali berfungsi menampung air, seperti hujan deras yang terjadi Akhir-akhir ini.
” Kalau sudah direlokasi seluruhnya tentu operasional beko disana lebih maksimal. Semoga dengan dikeruk kembali bisa kembali berfungsi untuk mereduksi genangan dan banjir yang menggenangi permukiman penduduk disebabkan hujan deras, ” paparnya.












