Durasi, Lhokseumawe – Enam saksi terkait dugaan bobolnya pintu air di Reservoir Pusong, Kota Lhokseumawe, menjalani pemeriksaan aparat kepolisian. Kesemuanya dicecar beragam pertanyaan tentang perihal hilangnya alat pengatur buka-tutup yang dicuri ditempat penampungan air tersebut.
” Sudah diperiksa semuanya, terdiri dari pelapor 1 orang, petani keramba 2 orang dan petugas crain 3 orang. Semuanya Kita periksa secara marathon, ” kata Kasat Reskrim, AKP Dr. Bustani, S.H, M.H, M.S.M, M.Si, M.I.K menjawab durasi melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp, Kamis (2/4).
Ia menegaskan, pihaknya terus mendalami dan melakukan pengembangan terkait kasus tersebut. Masyarakat yang mengetahui informasi raibnya pintu air waduk itu untuk segera melaporkannya kepada polisi.
Belum Terkait Pengancaman
Berdasarkan hasil penyidikan sementara dari keterangan sejumlah saksi belum dikatahui penyebab terkait hilangnya pintu air. Penyidik terus mencari Bukti-bukti dan keterangan baru untuk pengukapan kasus tersebut.
” Memang sempat ada konflik pada saat itu ketika Awal-awalnya dibongkar pintu air yang keropos untuk direhab kala itu oleh Dinas PUPR. Ada yang melontarkan nada mengancam ? Namun demikian, proses nyan tetap apalagi saat ini sedang dilakukan pembersihan disana (waduk-red), ” tegas Kasatreskrim.
Sebelumnya 1 unit dari total jumlah 12 unit pintu Reservoir Pusong ditemukan mendadak hilang. Diduga alat pengatur pasang-surut untuk tempat penampungan air itu diduga dibobol maling.
Kasus ini terkuak Mula-mulanya diketahui saat dibongkar pintu air untuk proses rehab baja yang keropos oleh Dinas PUPR Lhokseumawe pada hari Rabu tanggal 11 Maret lalu. Dimana, Salah-satunya sudah dicuri.












