hit counter

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Pastikan Stok BBM di Aceh Aman

  • Bagikan
SUASANA ANTREAN: Sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil tampak mengantre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Blang Panyang, Kota Lhokseumawe, Jumat dini hari (6/3/2026). Antrean panjang ini dipicu beredarnya pesan di media sosial isu kelangkaan stok BBM di wilayah Aceh. durasi.co/Rahmat Mirza

BANDA ACEH – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk wilayah Aceh dan sekitarnya dalam kondisi aman. Penegasan ini dikeluarkan guna menanggapi isu kelangkaan yang sempat memicu kekhawatiran masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengklarifikasi beredarnya pesan berantai di media sosial dan aplikasi percakapan yang mengimbau warga untuk segera mengisi penuh tangki kendaraan hingga menggunakan jeriken.

“Informasi tersebut tidak benar. Saat ini penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan normal. Stok untuk wilayah Aceh, Sibolga, hingga Sumatera Utara dalam kondisi aman dan terus didistribusikan sesuai kebutuhan,” ujar Fahrougi dalam keterangan resminya, Kamis malam (5/3/2026).

SUASANA ANTREAN: Sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil tampak mengantre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Blang Panyang, Kota Lhokseumawe, Jumat dini hari (6/3/2026). Antrean panjang ini dipicu beredarnya pesan di media sosial isu kelangkaan stok BBM di wilayah Aceh. durasi.co/Rahmat Mirza

Terkait Distribusi BBM, pasokan di terminal BBM wilayah Aceh dan Sibolga berada pada level aman. Penyaluran ke SPBU dilakukan secara rutin tanpa kendala teknis. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.

Fahrougi juga mengingatkan publik agar lebih selektif dalam menyaring informasi. Ia menekankan pentingnya melakukan verifikasi sebelum menyebarkan pesan yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi. Jangan mudah percaya pada pesan berantai yang tidak sesuai fakta,” pungkasnya.

  • Bagikan