Durasi, Lhokseumawe – Volume sampah di Kota Lhokseumawe, selama bulan suci Ramadhan mengalami peningkatan dua kali lipat mencapai 180 ton per hari. Hampir sebagian besar diantaranya didominasi limbah penganan berbuka dan batok buah kelapa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lhokseumawe, Muhammad Nasir mengatakan, pihaknya terpaksa bekerja ekstra keras untuk menanggulangi tumpukan sampah yang berjejeran disepanjang lintasan jalan raya. Terutama dikawasan beberapa pusat pembelanjaan atau pasar tradisional setempat.
” Misalkan, kayak batok kelapa bila satu hari gak dibersihkan tentu akan menggunung tinggi sampah tersebut. Makanya, Kita terjunkan petugas Siang dan Malam untuk menghandle itu semua, ” jelas Muhammad Nasir saat ditemui durasi diruang kerjanya, Selasa (24/2).
Dijelaskan, untuk siang hari penanganan sampah berlamgsung seperti hari biasanya diambil langsung ke Rumah-rumah penduduk. Namun, pada malam hari pastinya difokuskan untuk sampah yang berada dikawasan perkotaan.
” Petugas Kita langsung on time turun kelokasi, semuanya dibersihkan. Dan, Kita DLHK akan berupaya sekuat tenaga untuk kebersihan Lhokseumawe kedepan, ” lanjut Nasir.












