hit counter

Beroperasi Darurat, Tirta Pase Terus Pulihkan Air Bersih Dititik Bencana

  • Bagikan
Jaringan pipa milik Perumda Tirta Pase Aceh Utara, terlihat ambruk disalah-satu jembatan dikawasan Jalan Nasional Banda Aceh-Medan. Foto : Ist

” Air bersih menjadi kebutuhan krusial ditengah bencana! Kita mengerahkan segala kekuatan untuk memulihkan kembali jaringan pipa yang rusak, hancur dan raib terseret arus kala itu ”

Durasi, Aceh Utara – Bencana alam banjir yang menerjang wilayah Kabupaten Aceh Utara pada tanggal 26 November 2025 lalu, begitu dahsyat dialami masyarakat. Para korban berjatuhan Dimana-mana, sebagian diantaranya bertahan dipengungsian, kehilangan harta benda, dan segala yang dimilikinya.

Pasca banjir bukan hanya logistik yang menjadi kebutuhan pokok disana. Akan tetapi, yang paling krusial adalah bencana krisis air bersih lantaran Sumur-sumur rusak dan terkontaminasi dengan air bah kal itu.

Sebaliknya, dilokasi kenyataannya ketika itu seluruh aset berharga Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Pase luluh-lantak diterjang arus deras dari hulu hingga ke hilir.

” Air bersih menjadi kebutuhan krusial ditengah bencana! Kita mengerahkan segala kekuatan untuk memulihkan kembali jaringan pipa yang rusak, hancur dan raib terseret arus kala itu, ” ucap Direktur Utama Perumda Tirta Pase, Imran, ST, M.S.M menjawab durasi di Droyal Coffee Lhokseumawe, Ahad (18/1).

Sebut Dia, tercatat ada 12 Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang mensuplai air untuk layanan di Kabupaten Aceh Utara maupun Kota Lhokseumawe mengalami kerusakan berat. Kondisi ini diperparah rusaknya jaringan distribusi melalui pipa Induk atau jaringan distribusi utama sampai Sambungan Rumah (SR).

Total kerugian akibat kerusakan diperkirakan mencapai diatas Rp36 miliyar. Problem lain muncul dengan ruginya biaya operasional akibat terhentinya tagihan rekening ke pelanggan yang berdampak buruk terhadap turun drastisnya aktivitas penjualan.

” Namun, berkat kesigapan kinerja karyawan dalam menanggulangi dampak bencana, beberapa IPA telah mampu difungsikan kembali dengan cepat. Termasuk jaringan distribusi juga telah mampu diperbaiki secara bertahap, sehingga suplai air dibeberapa wilayah kembali berfungsi, ” ujarnya.

Kendati demikian, kata Imran, ada beberapa wilayah masih belum teraliri dengan baik. Hal ini dikarenakan beberapa IPA yang digunakan kapasitasnya belum maksimal akibat kerusakan tersebut.

Selain faktor biaya operasional perbaikan yg cukup besar juga harus mampu menjaga stabilitas pembiayaan operasi dibidang sektor lain. Semua pembiayaan selama ini dilakukan secara mandiri oleh perusahaan plat merah, sekalipun belum sempurna menyeluruh berfungsi optimal.

Permasalahan lain secara alam terkadang juga menjadi hambatan, seperti kualitas air baku yg terkadang disungai kekeruhannya terlalu tinggi. Fenomena ini kerap mengakibatkan operasional produksi terhenti persisnya kejadian terkini di IPA Krueng Pase pada tanggal 13 januari lalu.

” Kami sebelumnya sudah pernah mengeluarkan pengumuman terjadi air keruhan di pipa induk diameter 300 Mili Meter yang menyuplai ke Kecamatan Meurah Mulia, Paya Itek dan beberapa Gampong lain diarea sekitar Kecamatan Syamtalira Bayu. Setelah masa perbaikan selesai dilakukan ternyata kondisi Air Baku mengalami kenaikan kekeruhannya, sehingga operasional IPA beberapa jam setelahnya terpaksa dihentikan, ” ujarnya.

Dia melanjutkan, air keruh beresiko menyebabkan suplai air terhenti dalam waktu yang lama, karena menyita waktu dalam beberapa jam kedepan. Beberapa sumber air baku seperti ini kerap terjadi pada IPA di Krueng Pase, IPA di Teupin Punti dan IPA Langkahan serta IPA Di Meunasah Asan.

Dengan kondisi sekarang, Tirta Pase menyarankan, supaya pada saat suplai air normal para pelanggan bersedia menyimpan air cadangan untuk mengantisipasi kebutuhan Sehari-hari. Apalagi, ada beberapa titik masih belum tersuplai air bersih disebabkan kapasitas pompa yang digunakan belum memadai.

Misalkan, kondisi suplai di Kecamatan Baktiya yang biasanya mampu mengoperasionalkan 2 unit pompa berkapasitas besar harus menggunakan 1 unit pompa. Langkah ini dilakukan berhubung sedang proses tahap perbaikaan dilapangan.

Selanjutnya, di Kecamatan Dewantara kendalanya berbeda, yang mana jaringan induk yang melewati beberpa jembatan Rel Kereta Api telah roboh. Disana, proses pemulihannya dilakukan secara estafet mengingat kerusakan pipa begitu besar disepanjang titik perlintasan.

Walaupun itu menjadi tugas berat Tirta Pase memastikan, bahwa perbaikan penambahan kapasitas pompa dan jembatan perlintasan yang rusak sedang terus dikerjakan hingga tuntas, agar dapat berfungsi.

Untuk itu Pihaknya, memohon pengertian kesabaran atas ketidaknyamanan layanan air bersih yang terjadi selama ini. Pemulihan jaringan air bersih itu membutuhkan biaya besar dan dan waktu yang lama.

Hari ini kondisi layanan ke Paya Itek melalui jalur Bayu dari IPA Krueng Pase sudah kembali normal. Demikian pula ke arah Kecamatan Meurah Mulia dan SR Lhokseumawe.

Perbaikan jembatan di Bungkah arah layanan ke Krueng Geukueh sekitarnya juga sudah hampir rampung. Semoga minggu ini sudah dapat diujicoba pengetesan air untuk melihat apakah masih ada titik kebocoran jaringan atau tidak!

” Selama ini penanganannya secara darurat, guna memitigasi kebutuhan air pasca bencana bagi korban banjir. Termasuk, pelanggan SR yang berdomisili di Aceh Utara maupun Lhokseumawe, yang mana berjumlah sekitar 50 ribu pelanggan, ” imbuhnya.

  • Bagikan