Durasi, Lhokseumawe – PT Patra Niaga menyatakan, belum menemukan adanya kelangkaan gas melon bersubsidi 3 Kilogram. Hal ini sesuai hasil inspeksi mendadak Pertamina bekerjasama dengan Dinas Perinsdustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) dibeberapa titik wilayah Kota Lhokseumawe.
†Bisa jadi ada, tapi belum dapat ! Misalkan, kalangan pengumpul atau pengecer dadakan, mungkin ada juga yang mereka dengan memanfaatkan kondisi libur sekolah seperti sekarang ini mengambil kesempatan untuk menjual dengan harga yang lebih, †kata Sales Brach Manager (SBM) Rayon IV Aceh, Ayyub Fadilah melalui Asisten SBM, Misbah didampingi Kadisperindagkop dan UKM, Muhammad Rizal kepada Durasi ketika melakukan sidak di Pangkalan LPG 3 Kg UD. Ismail Gas di Gampong Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Jum’at (4/7).
Selain itu juga tim melakukan inspeksi mendadak ke Pangkalan LPG 3 Kg UD. Rafni Elpiji di Gampong Ujong Blang. Dari 2 titik lokasi pangkalan itu serangkaian pendistribusian gas bersubsidi kepada pelanggan berjalan lancar dan aman.
†Begitu elpiji masuk masyarakat langsung datang satu-persatu, sambil menenteng tabung gas menuju pangkalan. Akan tetapi, bila kondisi langka tentu langsung diburu oleh pelanggan saat mobil pengangkut tiba disana, †ujarnya.

Sementara Kadisperindagkop dan UKM Lhokseumawe, Muhammad Rizal menjelaskan, pihaknya melakukan sidak menanggapi informasi dari msyarakat terkait kelangkaan elpiji bersubsidi. Sehingga, turun kelapangan mengecek kebenaran isu langka dan kenaikan harga tersebut.
†Kita lakukan pengecekan, ketepatan penggunaan subsidi gas subsidi ini. Bukan hanya dipangkalan, melainkan ikut menyasar warung rumah makan dipesisir Pantai Ujong Blang maupun fasilitas lain yang tidak dibenarkan secara aturan, †jelasnya.
Disalah-satu rumah makan ternama dikawasan objek wisata bahari itu ditemukan penggunaan menyimpang hingga langsung dilakukan teguran secara lisan oleh petugas. Dimana, menggunakan gas bersubsidi untuk bahan bakar Sehari-hari.
†Seharusnya Rumah Makan itu pakai gas yang non-subsidi, berukuran seberat 5,5 kilo dan 12 kilo. Bukan, gas melon subsidi 3 kilo, †papar Rizal.












